DEMO KENAIKAN HARGA BBM

Belakangan ini kita sering denger banyak demo menentang kebijakan pemerintah yang akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), baik yang dilakukan oleh mahasiswa ataupun organisasi masyarakat. Indra bukan mau bahas tentang kenaikan harga BBMnya, kelakuan dan tindakan para pendemolah yang akan Indra bahas.

sumber

Perlu gak sih ngelempar barang ginian? Diloakin bisa kali tu motor (sumber)

Duh, itu mobil kan dibeli pake duit kalian. Gak sayang tuh duit kalian malah jadi besi rongsokan? (sumber)

Sebenernya apa sih tujuan mereka melakukan hal-hal itu? Apakah dengan melakukan tindakan seperti itu pendapat mereka tersampaikan? Apakah dengan melakukan hal itu mereka akan mendapatkan perhatian dari pemerintah? Ada sih perhatian dari pemerintah, yaitu sepasukan polisi antihuru-hara lengkap dengan pentungan, tameng plastik, gas air mata dan peluru karet.  Terus ntar kalo kena tembak ato pentung katanya pelanggaran HAM. Hanya satu kata : L-E-B-A-Y.

Sebenernya, banyak cara untuk melakukan demo tanpa harus mengorbankan kepentingan umum dan diri sendiri. Demo selalu mengatasnamakan kepentingan rakyat. Satu hal yang jadi pertanyaan, kepentingan rakyat manakah yang kalian bela? Coba mundur ke belakang, saat pemerintah hendak menaikkan harga BBM dari Rp 3.000,00 menjadi Rp 4.500,00 per liternya. Demo merebak dimana-mana, termasuk di kota tempat Indra tinggal. Begitu udah naek, selang berapa lama adem ayem ae. Begitu seterusnya.

Pendapat Indra pribadi, sebaiknya gak perlu lah demo dengan berkoar-koar pake megaphone di tepi atau bahkan sampai memblokir jalan. Ada cara untuk berdemo yang lebih damai, tidak menghabiskan energi, duit dan tidak mengorbankan kepentingan masyarakat umum. Cara yang menurut Indra efektif adalah dengan MELAKUKAN TINDAKAN KECIL SECARA RUTIN. Misal,  mengurangi frekuensi menggunakan kendaraan pribadi (mobil/motor) teman-teman.  Lebih banyak gunakan kendaraan umum, sepeda atau jalan kaki. Gunakan kendaraan pribadi seperlunya. Kalo cuma ke toko atau minimarket yang jaraknya cuma selemparan batu gak perlu lah ya naek mobil ato motor. Efeknya : polusi berkurang, stok BBM jumlahnya tetap atau meningkat, badan dan pikiran lebih segar. Sebenernya, adanya program Car Free Day di setiap kota besar merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi penggunaan BBM. Bukan hanya semata ingin mengurangi polusi udara. Nah, coba pikirkan berapa uang yang bisa teman-teman simpan dengan mengurangi pengeluaran untuk beli bensin? Berapa uang yang bisa teman-teman berikan untuk supir angkot ato bus kota yang bisa digunakan untuk perbaikan angkot atau bus kota?

“Tapi kan capek kalo jalan kaki”, “panas lah di angkot”, “ntar duit pajaknya dikorupsi lagi”, dan sejenisnya. Sudahlah, buat apa mengeluh. Apakah dengan mengeluh masalahnya akan terselesaikan? Apakah dengan mengeluh pemerintah akan lebih memperhatikan kita? Sudahlah, berhentilah berharap kepada pemerintah kita. Terlalu panjang jalur birokrasi yang harus ditempuh sampai harapan dan keinginan kita tersampaikan. Kita hanya perlu bertindak atas inisiatif sendiri. Saat tindakan kita terwujud, barulah pemerintah kita melek. Ya, pemerintah selalu kalah selangkah dibelakang kita. Kitalah yang selalu menjadi pemenang dalam setiap tindakan yang akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Inilah yang bisa Indra sampaikan menyikapi demo yang semakin hari semakin bikin kita malah memandang remeh orang yang berdemo. Mengapa demikian? Karena kita malah menjadi korban dari setiap tindakan mereka. Ketimbang melakukan hal-hal yang dapat merusak kepentingan umum, lakukan saja hal-hal yang diajarkan oleh Mahatma Gandhi selama masa penjajahan Inggris di negara India. Semoga tulisan singkat ini bisa membuka pikiran kita dalam menyikapi segala perubahan dan kebijakan yang terjadi di negara kita ini.

Salam,

 

Indra Pradana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s